Tujuan ini sebenarnya tidak saya sengaja. Sebelum berangkat saya melihat foto Gua Gong di internet, entah kenapa saya punya keinginan untuk melihatnya.
Tanggal 8 Juni 2012 saya diantar oleh pak kadek ke Gua Gong, ternyata tempat itu adalah sebuah pure. Ada syarat yang harus dipenuhi untuk masuk ke sebuah pure, baik busana, sesaji dan niat baik. dan waktu itu saya dalam kondisi dekil, belum mandi, kaosan celana panjang, standar kumuh banget. wajar kalau orang yang saya temui tidak memberi appresiasi .
Masih kebetulan, pada saat yang sama ada sepasang suami istri yang selesai melaksanakan doa, dan mempunyai dupa lebih dan membawa baju adat, akhirnya saya dikasih pinjam dan bisa masuk. Tentu saja setelah Pak Kadek berjuang untuk meminta ijin kepada pemangku yang ada di sana.
Dari proses semedi saya melihat keadaan sekeliling secara batin, saya bertanya sebenarnya tugas apa yang saya harus lakukan hingga jauh-jauh dari yogya saya harus kesini. Ternyata saya melihat mahluk hitam terikat, saya berusaha melepaskannya. Mahluk ini besar. Setelah ikatan selesai dibuka, ternyata mahluk ini berwarna kuning dan dapat lepas. Sudah selesai saya ke bawah. Lokasi gua Gong berada di ketinggian bukit yang menghadap ke dataran rendah dan bisa melihat pemandangan yang membentang Sekitar Goa Gong sangat gersang.
Jika segala sesuatu sudah ditugaskan, maka segala kemudahan akan menyertai. Dari enam orang yang bertemu disana, Pak Kadek, saya, Pak Seniman dan adiknya (seorang pemangku ) dan sepasang suami isteri semuanya baru pertama kali menginjakkan kaki di Gua ini. Tidak ada yang kebetulan, buat saya hikmahnya adalah kemudahan untuk masuk ke lokasi pure.
Pada hari ketiga setelah dari Gua Gong, Pak kadek menyampaikan informasi. Berdasarkan informasi saat saya sedang melakukan meditasi, pak Kadek melihat ada dewa Syiwa di sebelah saya dan Pak Kadek melihat mahluk hitam. Setelah saya kembali ke Yogya pak Kadek menginfokan kembali bahwa Naga itu adalah Naga Gombang yang sedang dalam kutukan dan saya telah melepaskannya. Naga Gombang adalah naga bencana alam, dengan dilepaskan tidak akan terjadi bencana alam. Informasi terakhir ini adalah informasi dari pemangku di Bali.
Dimana naga itu sekarang? Saya melihat naga itu ada di suatu tempat di Jakarta.
Terimakasih untuk Pak Kadek, Pak Putu Agus Suradnyana, Ibu Laode, Mas Hasto Kristiyanto untuk semua yang diberikan. Semoga menjadi berkah buat semuanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar