Minggu, 12 Januari 2014

Rumah Tinggal (Tempat) Mahluk Halus

Jika melihat todan aji. Keris, tombak, kemudian batu mulia, adalah rumah yang paling bagus buat para mahluk halus. Tetapi sebenarnya rumah mahluk halus bukan hanya tosan aji saja, mereka ada yang tinggal di pohon, di batu, di mana saja mereka ada.

Hakekat mahluk halus memang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Demikian juga sejatinya manusia yang sudah belajar spiritual. Tetapi mereka tetap membutuhkan tempat yang tinggal yang tidak mudah diusik, privacy.

Jika selama ini manusia hanya mengenal rumah yang disebutkan di atas, maka sebenarnya ada satu rumah lagi yang sangat luas, bisa seperti kebun besar, bisa jadi seperti negara atau propinsi. Maka tempat tinggal yang maha luas, yang bisa diisi beraneka ragam mahluk halus adalah manusia.

Tulang belulang adalah layaknya tiang bangunan. Maka seringkali manusia diistilahkan dengan badan wadaq, tempat. Filosofisnya memang menjadi tempat roh sejati, roh yang menghidupkan. Selain roh, sejatinya manusia juga ditemani dengan mahluk-mahluk lainnya, yang jika dijadikan satu akan membentuk karakter manusia.

Manusia adalah manifestasi jagad ombo dan jagad alit, makrokosmos dan mikrokosmos, manusia sebagai manusia biasa, dan manusia dalam dirinya tercermin alam semesta. Demikian yang tercantum dalam kitab-kitab filsafat. Lalu bagaimanakah?

memang tidak mudah dijelaskan. Di dalam darah manusia adalah rumah tinggal yang maha besar.Maka Rosulluloh mengajarkan kita untuk senantiasa membersihkan diri kita dengan puasa dan doa. Dalam falsafah Jawa dianjurkan untuk puasa dan menjaga jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Bagi suku Baduy dalam mereka dianjurkan menjadi vegetarian murni. demikianlah berbagai cara manusia menjaga dirinya dari pengaruh nafsu yang berawal dari makanan yang masuk ke dalam darah.

Makanan berasal dari yang haram akan kembali menjadi haram, membersihkan diri adalah sama saja menjaga diri dari segala yang tida baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar