Senin, 13 Januari 2014

Kawah Condro Dimuko

Kawah Condro Dimuko adalah kawah yang diyakini  menjadi tempat penggemblengan calon pemimpin negeri. Pemimpin dilambangkan sebagai orang yang mempunyi kekuatan lahir dan bathin, harus mampu menjadi pandega. Berada di depan sebagai panglima, sebagai lambaran, dan sebagai pengayom. Pemimpin yang menentramkan, mengademkan, membimbing, dan membawa semuanya kepada arah bernegara kepada keadaan yang diinginkan oleh semua pihak.

Dalam proses spiritual adalah laku, penggemblengan, diri pribadi. Menyatukan kepada semua unsur alam, air, tanah, udara, dan api. Pada proses penggemblengan diri, maka semua penyatuan diri dengan semua unsur itu wajib dilakukan. Maka dalam laku dikenal ada berendam di tempuran sungai, di pantai, maupun di mata air untuk menyatukan diri dengan unsur air, menyerap energinya, menyatukan diri dengan karakter air. Luwes, menyejukkan, menyesuaikan dengan wadahnya, menghidupkan (menyehatkan).

Topo Pendem, dikubur di dalam tanah, adalah saat menyatu dengan tanah tempat berpijak, ada juga yang hanya melakukan latihan dengan menempelkan seluruh badannya kepada bumi dalam jangka waktu yang agak lama (berjam-jam). Menyatukan dengan tanah, menyerap energi yang terkandung di dalamnya, artinya belajar menjadi lambaran, menjadi pijakan. Dalam dunia nyata, maka manusia yang telah menjadi satu dengan karakter tanah akan menjadi manusia yang sabar, bisa memahami dan menerima semua karakter manusia di sekitarnya, yang sangat berbeda dan bertolak belakang. Tanah adalah lambaran dan damparan.

Unsur alam berupa angin mempunyai karakter mampu menembus semua bagian, setiap relung, atau ruang kosong. Tidak terihat tapi ada, kecepatan bagaikan angin. Mewakili karakter manusia yang jeli, melihat kelebihan dan kekurangan, melihat segala kemungkinan yang terjadi.

Ketiga unsur alam tersebut dengan kekuatan yang sedikit bukanlah bencana, tetapi menguatkan, menghidupkan, dan menyejukkan. Lain halnya dengan unsur api.

Api atau cahaya, adalah unsur alam yang bersifat panas. Berlatih di bawah paparan matahari membuat semua unsur ini akan menjadi genep. Kekuatan api, adalah panas, walaupun sedikit tetapi tetap mematikan, apalagi banyak. Bagi yang mampu menguasai unsur api, maka mereka akan diberikan kemampuan ilmu perang, lahir dan bathin. Ahli strategi, mengalahkan dan mematikan. Dalam sejarah leluhur dikuasai oleh PS, Ki Juru Martani, dan BK.

Kawah Candra Dimuko dalam keilmuan bathin dimanifestasikan dengan pembakaran dirinya dengan unsur api, cahaya, panas. Di dalam tulangnya dibakar dengan api, hingga semua pembuluh darah di dalam dirinya tidak lagi menyimpan para mahluk ireng, dhemit, siluman, sebagai simbol karakter "ngiwo", karakter negatif. Seorang pemimpin yang layak di berada di depan adalah seorang yang telah melewati proses ini.

Tetapi sungguh, tidak mudah mencari seorang pelaku spiritual yang telah menyatukan dirinya dengan unsur api, unsur cahaya. Apalagi yang mampu menyatukan semua unsur  alam yang ada, bagaikan avatar, sang penguasa unsur alam. Selanjutnya penggabungan semua energi itu akan  menjadikan energi emas dan berlian perlambang kejayaan dan kemegahan suatu bangsa.

Jika di dalam suatu negeri terdapat orang yang mampu menguasai ilmu ini dengan sempurna, maka bersiaplah negeri ini memasuki jaman keemasannya, kemegahannya. Maka semakin menambah keyakinan bahwa perjalanan dunia spiritual dan di dunia nyata pada suatu negeri tetaplah harus beriringan, karena memang demikianlah hakekat keseimbangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar